
Pada tanggal 1 Ramadhan 1446 H pukul 08.00 hingga selesai, Mushola Nur Azikra akan menjadi saksi pelaksanaan Daurah Al-Qur’an, sebuah program pembelajaran intensif yang bertujuan untuk meningkatkan hafalan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an.
Apa Itu Daurah Al-Qur’an?
Daurah Al-Qur’an adalah program pembelajaran intensif yang bertujuan untuk meningkatkan hafalan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an di kalangan santri dan peserta didik. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan motivasi serta bimbingan agar peserta lebih istiqamah dalam menghafal Al-Qur’an.

Daurah Al-Qur’an ini akan diawali dengan sambutan oleh Ustadz Muhammad Suswan Hadi, Beliau akan menyampaikan pengantar yang mengandung pesan-pesan inspiratif dan motivasi bagi para peserta agar memiliki niat yang ikhlas dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Penyampaian ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar prestasi intelektual, tetapi juga bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selanjutnya, acara akan dilanjutkan dengan kajian bersama KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf Pengasuh Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Yatama dan Dhuafa Az-Zikra, yang akan membahas keutamaan menghafal Al-Qur’an berdasarkan dalil dari Al-Qur’an dan Hadis.
KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf, selaku Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Yatama Az-Zikra Depok, membuka acara Daurah Al-Qur’an dengan memberikan motivasi kepada para santri agar lebih bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an. Beliau menekankan pentingnya kesungguhan dan niat yang ikhlas dalam menuntut ilmu, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an.
Beliau mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah salah satu bentuk ibadah yang mendatangkan keberkahan, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
“Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka pada hari kiamat kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih terang dari sinar matahari di dunia ini.” (HR. Abu Dawud)
Selain itu, KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf juga mengajarkan bahwa setiap santri harus memiliki target harian dalam menghafal Al-Qur’an. Beliau menekankan bahwa kedisiplinan dalam menghafal akan membuahkan hasil yang maksimal. Santri diingatkan untuk membagi waktu secara efektif, mengulang hafalan, dan meminta bimbingan dari guru agar hafalan lebih kuat dan berkualitas.
Beliau juga menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga untuk bekal di akhirat. Mengutip hadits Rasulullah:
“Akan dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an, ‘Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkan di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu ada pada ayat terakhir yang engkau baca.’” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf mengajak seluruh santri untuk berusaha mencapai hafalan yang sempurna dan istiqamah dalam muraja’ah (mengulang hafalan). Dengan semangat dan niat yang lurus, diharapkan para santri dapat menjadi generasi Qur’ani yang membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat.
Metode Menghafal Al-Qur’an yang Efektif
Selain membahas keutamaan menghafal Al-Qur’an, kajian ini juga akan membahas metode efektif dalam menghafal Al-Qur’an agar santri dapat meningkatkan hafalannya secara lebih terstruktur dan sistematis. Dengan pengalaman dan wawasan beliau, diharapkan para santri dapat lebih istiqamah dan bersungguh-sungguh dalam menempuh perjalanan menjadi hafidz dan hafidzah. Tidak hanya itu, beliau juga akan memberikan motivasi agar santri tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan selama proses menghafal.
Di antara metode yang akan dipaparkan dalam daurah ini adalah:
- Metode Takrir (pengulangan ayat secara berulang-ulang untuk memperkuat hafalan).
- Metode Talaqqi (mendengarkan bacaan dari guru agar hafalan lebih akurat).
- Metode Sima’i (menghafal dengan mendengarkan muraja’ah dari teman atau guru).
- Metode Menulis Mushaf (menulis ayat yang telah dihafal untuk memperkuat daya

Sebagai penutup, Ustadz Ahmad Yani akan memimpin doa bersama,
Doa ini menjadi bagian penting dalam acara karena mengandung permohonan kepada Allah SWT agar seluruh peserta diberikan kemudahan dalam menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Doa juga menjadi wujud ketawakkalan kita kepada Allah SWT dalam setiap usaha yang dilakukan.
Mengapa Daurah Al-Qur’an Ini Penting?
Daurah ini penting karena memberikan kesempatan kepada santri untuk meningkatkan hafalan serta mendapatkan bimbingan langsung dari para ulama dan penghafal Al-Qur’an. Selain itu, acara ini juga memberikan motivasi agar para peserta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan selama proses menghafal.
Kami mengajak seluruh santri dan peserta didik untuk mengikuti acara ini dengan penuh antusias dan kesungguhan. Semoga Daurah Al-Qur’an ini menjadi langkah awal yang penuh berkah dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu menambah hafalan, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang hakiki. Aamiin.
Reporter: Fadilah Azahra Syaharani (Alumni Pesantren Azzikra Depok )
Editor: Ust. H. Akhmad Yani, Lc. (Dewan Pengajar Pesantren Tahfidz Az-Zikra Depok – Alumni Mahasiswa Al-Azhar Kairo Mesir)



